Semoga Apa Yang Di Tampilakan Bermanfaat !!

Terima Kasih ( Jangan Lupa Coment and Follow) !!

Selasa, 24 Mei 2011

Obat Anti Depresi

Sinonim  dari  obat  anti  depresi  yaitu thymoleptics  psychic  energizers, antidepresan. Penggolongan obat anti depresan dapat dilihat pada table di bawah ini:
Tabel 1. Penggolongan obat anti depresan
No.
Golongan
Obat
Sediaan
Dosis Terapi
1.
Trisiklik (TCA)
Amitriptilin
Tablet 25 mg
75-150 mg/hari
Imipramin
Tablet 25 mg
75-150 mg/hari
2.
SSRI
Sentralin
Tablet 50 mg
50-150 mg/hari
Fluvoxamin
Tablet 50 mg
50-100 mg/hari
Fluoxetin
Kapsul 20 mg
20-40 mg/hari
Kaplet 20 mg
Paroxetin
Tablet 20 mg
20-40 mg/hari
3.
MAOI
Moclobemide
Tablet 150 mg
300-600 mg/hari
4.
Atypical
Mianserin
Tablet 10, 30 mg
30-60 mg/hari
Trazodon
Tablet 50, 100 mg
75-150 mg/hari
dosis terbagi
Maprotilin
Tablet 10, 25, 50,
75-150 mg/hari
75 mg
dosis terbagi

Mekanisme Kerja
Mekanisme  kerja  dari  obat  anti  depresan  adalah  menghambat  reuptakeaminergik neurotransmitter, menghambat penghancuran oleh enzim “monoamineoksidase” sehingga terjadi peningkatan jumlah aminergik neurotransmitter padasinaps neuron di susunan saraf pusat.
Indikasi
Gejala sasaran dari obat ini ialah sindrom depresi. Butir-butir diagnostik sindrom depresi sebagai berikut:
·           Selama paling sedikit 2 minggu dan hampir setiap hari mengalami:
1.             Rasa hati murung.
2.             Hilang rasa minat dan rasa senang.
3.             Kurang tenaga hingga mudah lelah dan kendur kegiatan.
·           Keadaan di atas disertai gejala-gejala:
1.             Penurunan konsentrasi pikiran dan perhatian.
2.             Pengurangan rasa harga diri dan percaya diri.
3.             Pikiran perihal dosa dan diri tidak berguna lagi.
4.             Pandangan suram dan pesimistik terhadap masa depan.
5.             Gagasan atau tindakan mencederai diri/bunuh diri.
6.             Gangguan tidur.
7.             Pengurangan nafsu makan.
·           Hendaya  dalam  fungsi  kehidupan  sehari-hari  bermanifestasi  dalam  gejalapenurunan kemampuan bekerja, hubungan social dan melakukan kegiatan rutin.

Kontraindikasi
Kontraindikasi  dari  obat  anti  depresan  adalah  penyakit  jantung  koroner,glaukoma, retensi urin, hipertrofi prostat, gangguan fungsi hati, epilepsy, penggunaanbersama obat lithium
Efek Samping
Efek samping obat anti depresi dapat berupa:
·           Sedasi (rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja psikomotor menurun,kemampuan kognitif menurun dll).
·           Efek antikolinergik (mulut kering, retensi urin, penglihatan kabur, konstipasi,sinus takikardia dll).
·           Efek antiadrenergik alfa (perubahan EKG, hipotensi).
·           Efek neurotoksis (tremor halus, gelisah, agitasi, insomnia).
Pada  keadaan  overdosis/intoksikasi  trisiklik  dapat  timbul  “Atropine  ToxicSyndrome” dengan gejala eksitasi SSP, hipertensi, hiperpireksia, konvulsi, toxicconfusional state (confusion delirium disorientation).
Interaksi Obat
·           Interaksi  antara  obat  golongan  trisiklik  dan  haloperidol/phenothiazine  dapatmengurangi kecepatan ekskresi dari trisiklik (kadar dalam plasma meningkat).Terjadi potensial efek antikolinergik (ileus paralitik, disuria, gangguan absorpsi).
·           Interaksi  obat  SSRI/TCA  dengan  MAOI  menimbulkan  Serotonin  MalignantSyndrome dengan gejala-gejala gastrointestinal distress (mual, muntah, diare),agitasi, gelisah.
·           Interaksi golongan MAOI dan obat simpatomimetik menimbulkan efek potensiasiyang dapat mengarah ke krisis hipertensi, dimana ada resiko terjadinya seranganstroke.
·           Interaksi MAOI dan senyawa mengandung tyramine mengakibatkan terjadinyakrisis hipertensi dengan adanya resiko serangan stroke pada pasien usia lanjut.
·           Interaksi obat anti depresi dengan depresi SSP menimbulkan sedasi dan penekananterhadap pusat napas, resiko timbulnya gagal napas.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular

Followers

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites